Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan cerminan dari profesionalisme, terutama dalam ranah tulisan formal, akademis, maupun publikasi buku. Namun, dalam praktik sehari-hari, kita sering kali terkecoh oleh kata-kata yang terdengar akrab di telinga tetapi sebenarnya tidak terdaftar sebagai kata resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Memahami kata resmi KBBI bukan sekadar masalah mengikuti aturan, melainkan upaya menjaga integritas komunikasi agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan tidak menimbulkan ambigitas. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan kata baku dan tidak baku serta memberikan daftar referensi yang sering menjadi sumber kekeliruan.
Table of Contents
Mengapa Harus Menggunakan Kata Resmi KBBI?
Sebelum masuk ke daftar kata, penting untuk memahami urgensi penggunaan kata baku. Standarisasi bahasa berfungsi sebagai alat pemersatu komunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Berikut adalah beberapa alasan utama:
- Profesionalisme: Tulisan yang menggunakan kata baku terlihat lebih kredibel dan tepercaya.
- Ketepatan Makna: Kata tidak baku sering kali merupakan serapan yang salah atau pergeseran bunyi yang dapat mengaburkan arti asli.
- Standar Akademis dan Legal: Dokumen resmi, skripsi, laporan perusahaan, hingga naskah buku wajib mengikuti kaidah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI.
Daftar Kata Tidak Baku vs Kata Resmi KBBI
Banyak kata yang kita gunakan dalam percakapan lisan terbawa ke dalam bentuk tulisan. Berikut adalah tabel komparasi antara kata yang sering salah digunakan dengan bentuk resminya menurut KBBI.
1. Kategori Kata Serapan dan Ejaan Umum
| Kata Tidak Baku | Kata Resmi KBBI | Penjelasan Singkat |
| Apotik | Apotek | Berasal dari bahasa Belanda apotheek. |
| Praktek | Praktik | Kata serapan yang benar menggunakan akhiran -ik. |
| Analisa | Analisis | Serapan dari bahasa Inggris analysis. |
| Diagnosa | Diagnosis | Mengikuti pola serapan medis yang baku. |
| Resiko | Risiko | Sering salah ucap karena pengaruh dialek. |
| Jadwal | Jadwal | (Bentuk ini sudah baku, sering salah tulis menjadi ‘Jadual’). |
| Ijin | Izin | Huruf ‘z’ adalah penulisan yang sah. |
| Antri | Antre | Berasal dari bahasa Belanda antre. |
| Prosentase | Persentase | Mengacu pada satuan persen. |
| Sekedar | Sekadar | Berasal dari kata dasar ‘kadar’. |
2. Kategori Kata Kerja dan Imbuhan
Sering kali kesalahan terjadi pada peluluhan huruf atau penambahan imbuhan yang tidak tepat.
- Merubah vs Mengubah: Kata dasarnya adalah ‘ubah’, maka bentuk bakunya adalah mengubah, bukan merubah (karena tidak ada kata dasar ‘rubah’ yang berarti ganti).
- Mempengaruhi vs Memengaruhi: Huruf ‘p’ pada kata dasar ‘pengaruh’ harus luluh setelah mendapat awalan me-, sehingga menjadi memengaruhi.
- Mensosialisasikan vs Menyosialisasikan: Huruf ‘s’ pada kata dasar ‘sosialisasi’ harus luluh menjadi menyosialisasikan.
- Menterjemahkan vs Menerjemahkan: Sesuai kaidah K-P-T-S, huruf ‘t’ pada ‘terjemah’ harus luluh.
Contoh Kalimat: Penerapan Kata Baku dalam Tulisan
Untuk memahami perbedaan secara kontekstual, perhatikan perbandingan kalimat di bawah ini:
- Tidak Baku: “Ibu pergi ke apotik untuk menebus resep dokter sesuai jadual yang ditentukan.”
- Baku: “Ibu pergi ke apotek untuk menebus resep dokter sesuai jadwal yang ditentukan.”
- Tidak Baku: “Pihak manajemen sedang melakukan analisa terhadap resiko investasi tersebut.”
- Baku: “Pihak manajemen sedang melakukan analisis terhadap risiko investasi tersebut.”
Penyebab Banyaknya Penggunaan Kata Tidak Baku
1. Pengaruh Bahasa Lisan
Bahasa lisan cenderung lebih fleksibel dan tidak terikat aturan ketat.
2. Kebiasaan Sehari-hari
Kata yang sering digunakan lama-kelamaan dianggap benar.
3. Pengaruh Media Sosial
Media sosial mempercepat penyebaran kata tidak baku.
4. Kurangnya Akses atau Kebiasaan Mengecek KBBI
Tidak semua orang terbiasa memverifikasi kata yang digunakan.
Tips Mengenali Kata Resmi secara Mandiri
Agar tidak terus-menerus melakukan kesalahan yang sama, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:
Gunakan Aplikasi KBBI Daring
Pemerintah melalui Kemendikbud telah menyediakan situs dan aplikasi KBBI Daring. Jika Anda mencari sebuah kata dan hasilnya tidak ditemukan atau dirujuk ke kata lain, maka kata tersebut kemungkinan besar tidak baku.
Perhatikan Kata Dasar
Banyak kesalahan terjadi karena kita tidak tahu kata dasarnya. Misalnya, kata “berlangganan” berasal dari “langgan”, bukan “langganan” sebagai kata dasar tunggal. Dengan mengetahui akar kata, Anda bisa menentukan imbuhan yang tepat.
Perbanyak Membaca Literatur Berkualitas
Membaca buku dari penerbit tepercaya atau artikel berita dari media nasional biasanya memberikan paparan terhadap penggunaan bahasa yang tertib aturan.
Baca juga: 15 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui dan Artinya
Tantangan Penulisan dalam Industri Penerbitan
Dalam dunia literasi, penggunaan kata resmi KBBI adalah harga mati. Seorang penulis tidak hanya dituntut memiliki ide yang brilian, tetapi juga kemampuan teknis dalam menyusun kalimat yang sesuai standar kebahasaan. Hal ini penting agar buku yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dan layak konsumsi publik.
Cakrawala Satria Mandiri hadir sebagai mitra strategis bagi para penulis, akademisi, dan praktisi yang ingin mewujudkan karya tulis berkualitas. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan buku, kami sangat menjunjung tinggi standar penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Melalui proses penyuntingan (editing) yang profesional, kami memastikan setiap naskah yang kami terbitkan tidak hanya menarik secara konten, tetapi juga bersih dari kesalahan ejaan dan memenuhi kriteria kata baku sesuai KBBI. Komitmen kami adalah membantu Anda menghasilkan karya yang prestisius di industri literasi.
Menggunakan kata baku adalah bentuk penghormatan terhadap bahasa nasional kita. Meskipun dalam bahasa pergaulan (slang) kata-kata tidak baku lebih dominan, namun dalam ranah formal, konsistensi penggunaan kata resmi KBBI tetap menjadi prioritas utama.
Mulailah dengan memeriksa kembali tulisan Anda, perhatikan kata-kata “menjebak” seperti praktik, analisis, risiko, dan izin. Dengan pembiasaan, menulis secara baku akan terasa lebih alami dan memudahkan pembaca dalam memahami pesan yang Anda sampaikan.
Siap Menerbitkan Karya dengan Standar Profesional?
Jangan biarkan ide hebat Anda terhambat oleh kendala teknis ejaan dan tata bahasa. Pastikan naskah Anda ditangani oleh tim ahli yang memahami seluk-beluk kata resmi KBBI dan standar penerbitan nasional.

Hubungi Kami Sekarang:
Segera konsultasikan naskah buku Anda melalui layanan profesional kami di:
- Website: cakrawalasatria.co.id/penerbit-buku
- WhatsApp: wa.me/628155525121
Wujudkan buku impian Anda dengan kualitas tulisan yang sempurna bersama Cakrawala Satria Mandiri.



