Pernah melihat sebuah konten mendapatkan jutaan views hanya dalam beberapa hari? Di sisi lain, ada konten yang hanya mendapatkan ribuan penonton tetapi terus dibagikan, disimpan, dan mendatangkan pengikut baru. Dari sini muncul pertanyaan yang sering membingungkan kreator pemula: konten viral vs konten berguna, mana yang sebenarnya lebih penting?
Jawabannya tidak selalu salah satu.
Konten viral memang dapat membantu sebuah akun mendapatkan perhatian dengan cepat. Namun, konten yang berguna dapat membangun kepercayaan dan membuat audiens memiliki alasan untuk kembali.
Bagi Anda yang baru mulai membuat konten di TikTok, Instagram, YouTube, maupun platform lainnya, memahami perbedaan keduanya penting sebelum terlalu sibuk mengejar views.
Table of Contents
Apa Itu Konten Viral?
Konten viral adalah konten yang mendapatkan perhatian dan penyebaran jauh lebih besar dibandingkan rata-rata konten lainnya. Sebuah video dapat disebut viral ketika ditonton, dibagikan, dikomentari, atau dibicarakan oleh banyak orang dalam waktu relatif singkat.
Konten viral biasanya memiliki satu atau beberapa karakteristik berikut:menarik perhatian sejak awal; membahas topik yang sedang ramai; memunculkan emosi tertentu; menghibur; membuat orang penasaran; relevan dengan tren; mudah dibagikan; atau memiliki unsur kejutan. Contohnya adalah video yang membahas tren terbaru, reaksi terhadap peristiwa yang sedang ramai, challenge, humor, atau informasi yang dikemas dengan cara tidak biasa.
Namun, viral bukan berarti otomatis berkualitas. Sebuah konten dapat viral karena kontroversi, kesalahpahaman, atau sekadar dianggap lucu. Setelah tren berakhir, perhatian terhadap konten tersebut juga bisa hilang dengan cepat.
Apa Itu Konten Berguna?
Berbeda dengan konten viral, konten berguna dibuat dengan tujuan memberikan manfaat tertentu kepada audiens. Manfaat tersebut bisa berupa informasi, pengetahuan, solusi, inspirasi, hiburan, atau pengalaman yang membantu seseorang. Contohnya: tutorial menggunakan aplikasi; tips belajar untuk mahasiswa; panduan memulai bisnis online; rekomendasi buku; cara mengatasi masalah tertentu; penjelasan konsep yang rumit dengan bahasa sederhana; pengalaman pribadi yang memberikan pembelajaran.
Konten seperti ini tidak selalu mendapatkan jutaan views. Namun, seseorang yang merasa terbantu bisa menyimpan konten tersebut, membagikannya kepada teman, mengikuti akun kreatornya, atau bahkan kembali mencari konten lain dari kreator yang sama. Inilah alasan mengapa jumlah views bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah konten.
Konten Viral vs Konten Berguna: Apa Bedanya?
Secara sederhana, perbedaan keduanya dapat dilihat dari tujuan utama.
| Aspek | Konten Viral | Konten Berguna |
|---|---|---|
| Tujuan | Mendapatkan perhatian luas | Memberikan manfaat |
| Fokus | Jangkauan dan perhatian | Nilai dan relevansi |
| Umur konten | Bisa sangat singkat | Bisa bertahan lebih lama |
| Pemicu | Tren, emosi, kejutan | Masalah dan kebutuhan audiens |
| Dampak | Awareness | Kepercayaan dan loyalitas |
| Ukuran keberhasilan | Views, reach, share | Save, share, komentar, followers, kepercayaan |
Meski demikian, berarti konten viral tidak memberikan manfaat atau konten berguna tidak bisa viral. Justru konten terbaik sering kali memiliki dua karakter tersebut sekaligus.
Apakah Konten Viral Selalu Lebih Baik?
Jawabannya: Tidak.
Bayangkan seorang kreator membuat video yang mendapatkan satu juta views. Angka tersebut tentu mengesankan. Tetapi setelah video tersebut viral, hanya sedikit orang yang mengikuti akunnya. Tidak ada yang membeli produknya. Tidak ada yang mencari konten lainnya. Bahkan sebagian besar penonton mungkin tidak mengingat siapa kreatornya.
Sekarang bandingkan dengan konten lain yang hanya mendapatkan 20 ribu views. Dari 20 ribu penonton tersebut, banyak yang menyimpan konten, membagikannya, memberikan pertanyaan di komentar, dan mengikuti akun karena merasa informasi yang diberikan bermanfaat.
Dalam konteks membangun personal brand atau bisnis, konten kedua bisa jadi jauh lebih bernilai. Karena itu, jangan langsung menganggap:
views tinggi = konten sukses.
Views adalah salah satu indikator, bukan satu-satunya indikator.
Mengapa Konten Berguna Penting untuk Kreator Pemula?
Kreator pemula biasanya membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan. Orang belum mengenal siapa Anda. Mereka belum tahu apakah informasi yang Anda berikan dapat dipercaya. Mereka juga belum mengetahui apakah konten Anda akan terus memberikan manfaat.
Konten berguna membantu menjawab pertanyaan tersebut. Ketika seseorang menemukan lima atau sepuluh konten Anda yang benar-benar membantu, kemungkinan mereka untuk mengikuti akun menjadi lebih besar. Dari sinilah terbentuk hubungan antara kreator dan audiens. Konten yang bermanfaat juga dapat menjadi aset jangka panjang. Tutorial atau panduan yang dibuat hari ini masih mungkin dicari dan ditonton beberapa bulan kemudian, terutama jika topiknya bersifat evergreen.
Tetapi Jangan Takut Membuat Konten Viral
Setelah membaca pembahasan sebelumnya, jangan sampai Anda berpikir bahwa konten viral harus dihindari. Sama sekali tidak. Viralitas tetap penting, terutama untuk memperluas jangkauan akun. Masalahnya bukan pada viral atau tidak viral. Masalahnya adalah ketika kreator hanya mengejar viralitas tanpa memiliki tujuan yang jelas.
Jika sebuah konten viral sesuai dengan niche Anda, menarik audiens yang relevan, dan tetap memberikan nilai, tentu itu merupakan kondisi yang sangat baik. Karena itu, strategi yang lebih ideal adalah menggabungkan:
daya tarik + manfaat + relevansi.
Formula Konten yang Menarik Sekaligus Berguna
Bayangkan Anda ingin membuat konten tentang penggunaan AI untuk mahasiswa. Konten yang terlalu umum:
“AI dapat membantu mahasiswa belajar lebih efektif.”
Tidak salah, tetapi kurang memiliki daya tarik. Sekarang ubah menjadi:
“5 pekerjaan kuliah yang bisa dibantu AI agar kamu punya lebih banyak waktu untuk belajar.”
Topiknya masih sama namun, kemasannya lebih spesifik. Audiens mendapatkan alasan untuk berhenti scrolling karena ada sesuatu yang terasa relevan dengan masalah mereka. Setelah mendapatkan perhatian, konten kemudian memberikan informasi yang benar-benar berguna.
Bagaimana Membuat Konten yang Menarik?
Ada beberapa elemen yang dapat membantu meningkatkan daya tarik sebuah konten.
1. Buat Hook yang Kuat
Hook adalah bagian awal yang bertujuan menarik perhatian audiens.
Contohnya: “Kalau kontenmu selalu sepi, mungkin masalahnya bukan algoritma.”
Kalimat seperti ini membuat audiens penasaran dengan penjelasan berikutnya.
2. Bahas Masalah yang Nyata
Konten akan lebih relevan ketika membahas masalah yang benar-benar dialami audiens. Daripada membahas “cara menjadi sukses”, misalnya, Anda dapat membahas:
“3 kesalahan yang membuat kreator pemula kehabisan ide konten.”
Lebih spesifik dan lebih mudah dikaitkan dengan pengalaman audiens.
3. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Konten tidak harus menggunakan istilah rumit agar terlihat profesional. Justru kemampuan menjelaskan sesuatu yang rumit dengan bahasa sederhana merupakan salah satu kekuatan seorang kreator.
4. Berikan Sesuatu yang Bisa Dipraktikkan
Konten yang baik sebaiknya memberikan langkah yang dapat dilakukan audiens. Misalnya contoh prompt; checklist; tutorial; formula; contoh caption; rekomendasi tools; atau langkah-langkah praktis.
Bagaimana AI Membantu Membuat Konten yang Lebih Baik?
Di sinilah teknologi AI dapat menjadi alat bantu bagi kreator. AI tidak harus digunakan untuk membuat seluruh konten dari awal sampai akhir. Anda dapat menggunakannya pada bagian-bagian tertentu dalam proses kreatif. Misalnya:
Riset ide → pengembangan angle → pembuatan outline → hook → caption → variasi judul → evaluasi konsep.
Salah satu tools yang populer digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah ChatGPT. Misalnya Anda memiliki topik:
“Konten viral vs konten berguna.”
Daripada berhenti pada satu artikel atau satu video, Anda dapat meminta AI mengembangkan topik tersebut menjadi:
- 10 ide video pendek;
- 5 hook;
- 3 konsep carousel;
- 5 caption;
- 10 pertanyaan untuk engagement;
- atau beberapa sudut pandang berbeda.
Dengan begitu, satu gagasan dapat dikembangkan menjadi banyak format konten.
Contoh Prompt untuk Mencari Ide Konten
Kreator pemula sering mendapatkan hasil yang terlalu umum karena memberikan instruksi yang terlalu singkat kepada AI. Bandingkan:
“Buatkan ide konten tentang buku.”
dengan:
“Saya ingin membuat konten Instagram untuk mahasiswa berusia 18–24 tahun yang ingin meningkatkan kebiasaan membaca. Buatkan 15 ide konten tentang buku dengan format video pendek. Setiap ide harus memiliki hook, masalah audiens, solusi singkat, dan CTA. Gunakan bahasa santai tetapi tetap informatif.”
Prompt kedua memberikan konteks yang jauh lebih jelas. Anda dapat mengubah formula tersebut sesuai niche masing-masing.
AI Boleh Membantu, tetapi Kreator Tetap Harus Kreatif
Penggunaan AI memiliki satu tantangan penting: konten bisa terasa generik. Jika kreator hanya menyalin hasil AI dan langsung mempublikasikannya, konten mungkin kehilangan karakter pribadi. Padahal, salah satu alasan orang mengikuti seorang kreator adalah karena mereka menyukai cara kreator tersebut berpikir dan berkomunikasi. Karena itu, gunakan AI sebagai partner brainstorming.
Setelah mendapatkan hasil dari AI, lakukan beberapa hal:
- Periksa kembali informasi.
- Tambahkan pengalaman pribadi.
- Sesuaikan gaya bahasa.
- Tambahkan contoh nyata.
- Masukkan opini atau perspektif Anda.
- Hapus bagian yang terdengar terlalu generik.
- Pastikan konten tetap sesuai dengan niche.
Dengan cara tersebut, AI membantu mempercepat pekerjaan tanpa menghilangkan identitas kreator.
Jangan Hanya Mengejar Views
Ada beberapa metrik lain yang sebaiknya diperhatikan selain views.
Save
Jika orang menyimpan konten Anda, kemungkinan mereka menganggap informasi tersebut cukup berguna untuk dibaca atau digunakan kembali.
Share
Konten yang dibagikan menunjukkan bahwa audiens merasa konten tersebut layak diteruskan kepada orang lain.
Comment
Komentar dapat menunjukkan apakah topik berhasil memancing pertanyaan, diskusi, atau pengalaman pribadi audiens.
Followers
Jika sebuah konten menghasilkan pengikut baru, berarti konten tersebut berhasil memberikan alasan kepada audiens untuk melihat konten lainnya.
Retention
Untuk video, durasi tontonan dapat memberikan gambaran apakah audiens bertahan mengikuti isi konten. Karena itu, evaluasi konten sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan: “Berapa views-nya?”
Tetapi juga: “Apa yang dilakukan audiens setelah melihat konten saya?”
Memahami AI untuk Membuat Konten
Jika Anda ingin mulai menggunakan AI dalam proses pembuatan konten, tentu ada banyak informasi yang dapat ditemukan secara gratis di internet. Namun, bagi pemula, informasi yang tersebar di berbagai tempat terkadang justru membuat proses belajar terasa membingungkan. Anda harus berpindah dari satu artikel ke artikel lain, mencari tutorial prompt, mencoba berbagai tools, kemudian kembali mencari strategi konten. Karena itu, memiliki panduan yang lebih terstruktur dapat membantu proses belajar.
Salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan adalah buku AI untuk Konten Kreator Pemula karya Putro Sigit Subagyo. Buku ini secara khusus membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan konten, termasuk bagi pembaca yang belum memiliki kemampuan teknologi yang mendalam.

Pembahasannya mencakup beberapa kebutuhan penting kreator pemula, seperti:
- memahami cara kerja AI untuk membantu pembuatan konten;
- membuat prompt ChatGPT yang lebih efektif;
- mengenali jenis konten yang banyak dicari di media sosial;
- mengembangkan konten agar memiliki peluang menjangkau audiens lebih luas;
- menjaga orisinalitas dan kreativitas ketika menggunakan AI;
- serta mengenal berbagai tools AI selain ChatGPT.
Buku ini juga dilengkapi bonus worksheet latihan, sehingga pembaca dapat langsung mencoba konsep yang dipelajari. Buku ini cukup ringkas untuk menjadi bahan belajar awal tanpa membuat pemula merasa harus membaca materi yang terlalu berat.
Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini?
Buku AI untuk Konten Kreator Pemula dapat menjadi referensi bagi berbagai kalangan yang ingin mulai serius membuat konten. Misalnya:
- siswa yang ingin mulai membuat konten edukasi;
- mahasiswa yang ingin membangun personal brand;
- guru dan dosen yang ingin membagikan pengetahuan melalui media sosial;
- penulis yang ingin mengembangkan konten digital;
- pebisnis online yang membutuhkan strategi media sosial;
- admin media sosial;
- influencer pemula;
- atau siapa saja yang ingin memanfaatkan AI dalam proses kreatif.
Jadi, Anda tidak harus sudah memiliki ribuan followers untuk mulai mempelajarinya. Justru pemahaman tersebut dapat dibangun sejak awal perjalanan menjadi kreator.
Buku ini juga dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang ingin mulai memahami hubungan antara AI, kreativitas, dan strategi konten tanpa harus memulai dari materi yang terlalu teknis.
Jadi, Konten Viral atau Konten Berguna?
Mengapa harus memilih salah satunya jika Anda bisa menggabungkan keduanya? Konten viral membantu Anda mendapatkan perhatian. Konten berguna membantu Anda mendapatkan kepercayaan. Ketika keduanya dipadukan, Anda memiliki peluang untuk membangun audiens yang tidak hanya datang karena satu video viral, tetapi juga bertahan karena merasa mendapatkan manfaat dari konten Anda.
AI dapat membantu proses tersebut menjadi lebih efisien. Gunakan AI untuk mencari ide, mengembangkan angle, membuat variasi hook, menyusun outline, hingga melakukan brainstorming. Namun, jangan biarkan AI mengambil alih karakter dan pengalaman Anda sebagai kreator.
Karena pada akhirnya, konten yang kuat bukan hanya tentang seberapa banyak orang melihatnya, tetapi tentang seberapa banyak orang merasa konten tersebut layak untuk diingat, disimpan, dibagikan, atau digunakan.
Baca juga: Revolusi AI untuk Konten Kreator: Cara Cerdas Mendominasi Digital di Tahun 2026
Siap Membuat Konten yang Lebih Menarik dan Berguna?
Kalau Anda sedang merintis sebagai content creator dan ingin belajar memanfaatkan AI dengan cara yang lebih praktis, AI untuk Konten Kreator Pemula bisa menjadi salah satu referensi untuk memulai. Mulailah dari satu ide. Pelajari cara mengembangkannya. Gunakan AI sebagai alat bantu, lalu tambahkan kreativitas dan pengalaman Anda sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai buku dan produk dari Penerbit Cakrawala Satria Mandiri, Anda dapat mengunjungi website resmi atau berkonsultasi langsung melalui WhatsApp.
Website: cakrawalasatria.co.id
Informasi penerbitan buku: cakrawalasatria.co.id/penerbit-buku
WhatsApp: wa.me/628155525121





