Pernah merasa sudah menulis buku dengan sepenuh hati, tetapi bingung bagaimana menjelaskan isinya dalam beberapa paragraf saja? Situasi ini cukup sering dialami penulis, terutama ketika harus menulis sinopsis buku untuk pengajuan naskah ke penerbit atau kebutuhan promosi buku.
Sinopsis memang terlihat sederhana. Isinya hanya gambaran singkat mengenai sebuah buku. Namun, menyusun sinopsis yang jelas dan menarik membutuhkan pemahaman terhadap isi naskah, kemampuan memilih informasi penting, serta kecermatan dalam menggunakan bahasa.
Sinopsis yang baik membantu pembaca memahami gambaran buku sebelum memutuskan untuk membacanya. Bagi editor, sinopsis juga menjadi salah satu dokumen yang memudahkan mereka mengenali tema, alur, dan tujuan sebuah naskah.
Lalu, bagaimana cara menyusun sinopsis yang informatif tanpa membuatnya terlalu panjang? Apa saja informasi yang perlu dimasukkan, dan apa yang sebaiknya dihindari?
Yuk, simak panduan berikut untuk membantu Anda menyiapkan sinopsis yang sesuai dengan kebutuhan buku.
Apa Itu Sinopsis Buku dan Mengapa Penting?
Sinopsis buku adalah tulisan yang memberikan gambaran mengenai isi sebuah buku secara ringkas dan terarah. Isinya dapat mencakup tema utama, tokoh dan konflik dalam buku fiksi, atau pokok bahasan serta manfaat dalam buku nonfiksi.
Meskipun sama-sama menjelaskan isi buku, sinopsis tidak perlu memuat seluruh detail yang terdapat dalam naskah. Penulis perlu memilih informasi yang paling mewakili isi buku agar pembaca memperoleh gambaran yang utuh.
Sinopsis memiliki beberapa fungsi penting dalam proses penerbitan dan pemasaran buku.
Pertama, membantu editor memahami naskah. Ketika mengajukan buku ke penerbit, penulis dapat menyertakan sinopsis sebagai gambaran awal mengenai isi dan arah pembahasan naskah. Dokumen ini membantu editor mengenali topik, alur, serta tujuan penulisan.
Kedua, memberikan gambaran kepada calon pembaca. Sinopsis ringkas dapat digunakan pada sampul belakang, katalog, atau halaman produk buku. Informasi yang disampaikan membantu calon pembaca menilai apakah isi buku sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Ketiga, memperjelas inti buku. Proses menyusun sinopsis juga membantu penulis melihat kembali gagasan utama, konflik, atau manfaat yang ingin disampaikan. Jika isi buku sulit dirangkum, penulis bisa menjadikannya kesempatan untuk mengevaluasi fokus naskah.
Karena itu, sinopsis bukan sekadar pelengkap naskah. Dokumen ini membantu menghubungkan isi buku dengan pihak yang ingin mengenalnya.
5 Langkah Menulis Sinopsis Buku yang Menarik
Tidak ada satu rumus yang harus digunakan untuk semua jenis buku. Sinopsis novel tentu memiliki kebutuhan berbeda dari sinopsis buku pendidikan, pengembangan diri, atau referensi ilmiah.
Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dijadikan panduan agar sinopsis tersusun dengan jelas.
1. Pahami Inti dan Tujuan Buku
Sebelum mulai menulis, luangkan waktu untuk mengenali kembali isi naskah. Tentukan gagasan utama yang ingin disampaikan dan hal apa yang membedakan buku tersebut dari bacaan lain.
Untuk buku fiksi, perhatikan tokoh utama, tujuan yang ingin dicapai, konflik yang dihadapi, serta perkembangan cerita. Anda tidak harus memasukkan seluruh tokoh atau setiap peristiwa penting. Pilih bagian yang paling membantu menjelaskan arah cerita.
Sementara itu, untuk buku nonfiksi, tentukan persoalan utama yang dibahas, sudut pandang penulis, serta pengetahuan atau manfaat yang akan diperoleh pembaca.
Cobalah menjawab pertanyaan sederhana berikut:
- Buku ini membahas apa?
- Siapa yang menjadi sasaran pembacanya?
- Apa gagasan atau persoalan utamanya?
- Apa yang membuat buku ini layak dibaca?
- Informasi apa yang perlu diketahui pembaca sebelum membuka halaman pertama?
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan dasar untuk menyusun sinopsis.
2. Mulai dengan Kalimat Pembuka yang Relevan
Kalimat pembuka berperan memperkenalkan topik atau situasi yang menjadi inti buku. Anda bisa memulainya dengan persoalan, pertanyaan, gambaran situasi, atau pernyataan yang sesuai dengan isi naskah.
Untuk novel, pembuka dapat memperkenalkan tokoh dan keadaan yang menjadi awal cerita. Misalnya, seorang tokoh yang harus kembali ke kampung halaman setelah menerima kabar yang mengubah hidupnya.
Untuk buku nonfiksi, pembuka bisa berangkat dari masalah yang sering dihadapi pembaca. Jika buku membahas pengelolaan keuangan pribadi, misalnya, Anda dapat memulai dengan situasi ketika seseorang kesulitan mengatur penghasilan dan pengeluaran.
Hindari pembuka yang terlalu umum atau tidak berkaitan langsung dengan isi buku. Kalimat seperti “Buku ini sangat menarik dan wajib dibaca oleh semua orang” tidak memberikan informasi yang cukup kepada calon pembaca.
Lebih baik, sampaikan persoalan atau gagasan yang memang dibahas dalam buku. Dengan begitu, pembaca bisa langsung memahami konteksnya.
3. Pilih Informasi yang Paling Penting
Salah satu tantangan dalam menyusun sinopsis adalah menentukan informasi yang perlu dimasukkan. Penulis biasanya mengenal setiap bagian naskah dengan baik sehingga ingin menceritakan semuanya.
Padahal, sinopsis perlu disusun secara selektif.
Pada buku fiksi, utamakan tokoh utama, latar yang relevan, konflik sentral, dan arah perkembangan cerita. Tokoh pendukung cukup disebutkan jika memiliki peran penting dalam memahami konflik.
Pada buku nonfiksi, jelaskan ruang lingkup pembahasan, gagasan utama, dan manfaat yang ditawarkan. Jika buku terdiri atas beberapa topik, pilih pokok bahasan yang paling mewakili keseluruhan isi.
Contohnya, buku tentang pendidikan inklusif mungkin membahas konsep dasar, karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran, peran guru, dan dukungan lingkungan sekolah. Sinopsis tidak harus menjelaskan semua topik secara terperinci. Cukup rangkum bagaimana buku tersebut membantu pembaca memahami dan menerapkan pendidikan inklusif.
Prinsipnya, setiap kalimat dalam sinopsis harus memiliki fungsi. Jika sebuah informasi tidak membantu pembaca memahami isi atau nilai buku, pertimbangkan untuk menghapusnya.
4. Sesuaikan Isi dengan Jenis Sinopsis
Sebelum menyelesaikan tulisan, pastikan Anda mengetahui tujuan sinopsis tersebut. Sinopsis untuk editor dan sinopsis untuk calon pembaca tidak selalu memiliki bentuk yang sama.
Jika sinopsis disiapkan untuk pengajuan naskah, editor mungkin membutuhkan gambaran isi yang lebih lengkap, termasuk perkembangan cerita hingga akhir untuk karya fiksi. Hal ini membantu editor memahami keseluruhan alur dan penyelesaian konflik.
Sebaliknya, sinopsis ringkas untuk sampul belakang atau promosi perlu menjaga rasa ingin tahu pembaca. Untuk novel, Anda dapat memperkenalkan konflik dan pilihan sulit yang dihadapi tokoh tanpa mengungkap penyelesaian cerita.
Pada buku nonfiksi, sinopsis promosi sebaiknya menonjolkan persoalan yang dibahas, pendekatan yang digunakan, serta manfaat yang bisa diperoleh pembaca.
Jadi, jangan langsung menggunakan satu versi sinopsis untuk semua keperluan. Siapkan versi yang sesuai dengan tujuan dan ketentuan pihak yang akan menerimanya.
5. Periksa Kembali Bahasa dan Alurnya
Setelah draf selesai, baca ulang sinopsis dari awal hingga akhir. Pastikan isinya mudah dipahami oleh orang yang belum membaca naskah.
Periksa apakah hubungan antarkalimat sudah runtut, informasi penting sudah tercakup, dan tidak ada bagian yang terasa berulang. Perhatikan pula penggunaan istilah, ejaan, tanda baca, serta konsistensi nama tokoh atau istilah khusus.
Jika memungkinkan, mintalah orang lain membaca sinopsis tersebut. Pilih pembaca yang dapat memberikan masukan secara objektif, bukan hanya orang yang sudah mengetahui isi buku.
Anda bisa menanyakan tiga hal sederhana: apakah isi buku sudah tergambar dengan jelas, apakah ada bagian yang membingungkan, dan apakah sinopsis sesuai dengan naskah aslinya?
Masukan tersebut dapat membantu Anda memperbaiki bagian yang masih kurang jelas sebelum sinopsis digunakan.
Perbedaan Sinopsis, Blurb, dan Deskripsi Buku
Istilah sinopsis, blurb, dan deskripsi buku sering digunakan secara bergantian. Padahal, ketiganya dapat memiliki fungsi dan kebutuhan isi yang berbeda.
| Aspek | Sinopsis Lengkap | Blurb | Deskripsi Buku |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Memberikan gambaran menyeluruh tentang isi naskah | Menarik minat calon pembaca | Menjelaskan isi dan informasi buku untuk katalog atau toko |
| Isi | Pokok bahasan atau alur cerita secara lebih lengkap | Tema, konflik, atau manfaat utama | Ringkasan isi, keunggulan, dan informasi relevan |
| Pengungkapan akhir cerita | Dapat mencakup akhir cerita jika dibutuhkan editor | Umumnya tidak mengungkap akhir cerita | Bergantung pada kebutuhan dan jenis buku |
| Panjang | Mengikuti kebutuhan penerbit atau pengajuan | Relatif singkat | Menyesuaikan media dan kebutuhan informasi |
| Penggunaan | Pengajuan naskah dan kebutuhan editorial | Sampul belakang atau materi promosi | Situs web, katalog, dan halaman produk |
Panjang sinopsis tidak selalu harus 500–800 kata atau satu hingga dua halaman. Ketentuan tersebut bisa berbeda antara satu penerbit dan penerbit lainnya. Karena itu, periksa panduan pengajuan naskah yang berlaku.
Hal serupa juga berlaku untuk blurb dan deskripsi buku. Tidak ada jumlah kata yang mutlak untuk semua kebutuhan. Ruang yang tersedia, jenis buku, serta media publikasi turut menentukan panjang tulisan.
Yang paling penting, pastikan setiap versi memiliki tujuan yang jelas. Sinopsis lengkap membantu pembaca memahami keseluruhan isi, sedangkan blurb dan deskripsi promosi lebih berfokus pada informasi yang relevan bagi calon pembeli.
Tips agar Sinopsis Lebih Jelas dan Meyakinkan
Selain mengikuti langkah-langkah di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyusun sinopsis.
Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Pilih kata-kata yang sesuai dengan target pembaca. Hindari istilah teknis yang tidak diperlukan, terutama jika buku ditujukan untuk pembaca umum.
Jika istilah khusus memang penting, berikan konteks singkat agar pembaca tetap bisa mengikuti penjelasan.
Bahasa yang sederhana bukan berarti isi tulisan harus dangkal. Justru, kemampuan menjelaskan gagasan dengan jelas menunjukkan bahwa penulis memahami materi yang disampaikan.
Hindari Klaim yang Berlebihan
Sinopsis sebaiknya menggambarkan isi buku secara akurat. Hindari pernyataan seperti “buku terbaik sepanjang masa” atau “solusi untuk semua masalah” jika tidak dapat dibuktikan.
Untuk buku nonfiksi, jelaskan manfaat secara konkret. Misalnya, buku membantu pembaca mengenali dasar-dasar pengelolaan keuangan, memahami konsep anatomi, atau menyusun strategi pembelajaran.
Untuk karya fiksi, tonjolkan konflik, suasana, atau tema yang memang hadir dalam cerita. Jangan menjanjikan pengalaman atau genre yang tidak sesuai dengan isi naskah.
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Detail
Sinopsis bukan daftar isi yang ditulis dalam bentuk paragraf. Anda tidak perlu menyebutkan semua bab, subbab, tokoh, atau peristiwa.
Pilih informasi yang saling mendukung dan membantu pembaca memahami gambaran besar buku. Jika ada detail yang hanya relevan bagi pembaca setelah membaca naskah, detail tersebut mungkin tidak perlu dimasukkan.
Pastikan Sinopsis Sesuai dengan Naskah
Sinopsis yang menarik tetap harus mewakili isi buku dengan benar. Jangan menambahkan konflik, manfaat, atau pembahasan yang sebenarnya tidak terdapat dalam naskah.
Kesesuaian ini penting agar editor memperoleh gambaran yang tepat dan calon pembaca tidak memiliki ekspektasi yang keliru.
Untuk naskah yang mengalami revisi besar, periksa kembali sinopsisnya. Perubahan alur, tokoh, fokus pembahasan, atau struktur buku bisa membuat sinopsis lama tidak lagi sesuai.
Perhatikan Ketentuan dari Penerbit
Jika sinopsis akan dikirimkan sebagai bagian dari pengajuan naskah, ikuti format yang diminta penerbit. Ketentuan dapat mencakup panjang tulisan, format berkas, informasi identitas naskah, hingga bagian cerita yang perlu dijelaskan.
Tidak semua penerbit menggunakan format yang sama. Karena itu, hindari mengandalkan satu aturan umum tanpa memeriksa panduan yang tersedia.
Jika belum ada ketentuan khusus, gunakan format yang rapi dan mudah dibaca. Cantumkan judul naskah serta nama penulis jika diperlukan, lalu susun sinopsis dalam paragraf yang runtut.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat sinopsis kurang efektif. Salah satunya adalah menulis terlalu panjang karena ingin memasukkan seluruh isi buku. Akibatnya, gagasan utama justru sulit dikenali.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan kalimat yang terlalu umum. Pernyataan seperti “buku ini berisi banyak informasi bermanfaat” belum menjelaskan informasi apa yang dibahas atau siapa yang akan terbantu.
Penulis juga perlu menghindari sinopsis yang hanya berisi pujian terhadap karyanya sendiri. Daripada menyebut buku sebagai karya yang luar biasa, tunjukkan isi, sudut pandang, atau manfaat yang membuatnya relevan bagi pembaca.
Khusus untuk sinopsis promosi karya fiksi, terlalu banyak membocorkan penyelesaian konflik dapat mengurangi rasa penasaran. Sebaliknya, untuk sinopsis lengkap yang ditujukan kepada editor, informasi mengenai akhir cerita bisa saja diperlukan. Sesuaikan dengan tujuan penulisannya.
Terakhir, jangan melewatkan penyuntingan. Kesalahan ejaan, nama tokoh yang tidak konsisten, atau kalimat yang sulit dipahami dapat mengganggu pembaca dan membuat sinopsis terlihat kurang matang.
Contoh Kerangka Sinopsis untuk Fiksi dan Nonfiksi
Jika masih bingung memulai, gunakan kerangka sederhana berikut. Anda dapat mengembangkannya sesuai isi dan karakter buku.
Kerangka sinopsis fiksi:
- Perkenalkan tokoh utama dan situasi awal.
- Jelaskan keinginan atau tujuan tokoh.
- Hadirkan konflik yang mengubah keadaan.
- Gambarkan tantangan dan pilihan yang harus dihadapi.
- Untuk sinopsis lengkap, jelaskan perkembangan hingga penyelesaian cerita sesuai kebutuhan. Untuk blurb, akhiri sebelum mengungkap hasil akhirnya.
Kerangka sinopsis nonfiksi:
- Perkenalkan topik atau persoalan utama.
- Jelaskan mengapa topik tersebut relevan bagi pembaca.
- Gambarkan pendekatan atau pokok bahasan buku.
- Sebutkan pengetahuan, keterampilan, atau manfaat yang ditawarkan.
- Tutup dengan penjelasan mengenai pembaca yang dapat memperoleh manfaat dari buku tersebut.
Kerangka ini bukan aturan baku. Anda boleh mengubah urutan atau menambahkan bagian lain selama sinopsis tetap jelas, akurat, dan sesuai tujuan.
Siapkan Sinopsis yang Selaras dengan Naskah Anda
Sinopsis yang baik tidak harus menggunakan kalimat yang rumit atau bahasa promosi yang berlebihan. Hal terpenting adalah mampu menjelaskan inti buku secara ringkas, runtut, dan sesuai dengan isi naskah.
Mulailah dengan memahami gagasan utama, memilih informasi yang relevan, lalu menyesuaikan tulisan dengan kebutuhan penggunaannya. Setelah itu, periksa kembali alur, bahasa, dan ketepatan informasi sebelum sinopsis dikirimkan atau dipublikasikan.
Jika Anda sedang menyiapkan naskah untuk diterbitkan, Cakrawala Satria Mandiri dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi mengenai proses penerbitan buku. Anda bisa mendiskusikan kebutuhan naskah, penyuntingan, tata letak, hingga persiapan buku sebelum terbit.
Ingin berkonsultasi mengenai penerbitan buku Anda?

Kunjungi layanan penerbitan buku Cakrawala Satria Mandiri atau hubungi tim kami melalui WhatsApp.
Siapkan naskah dan sinopsis Anda dengan baik agar proses penerbitan dapat berjalan lebih terarah.

