Description
Apakah kita benar-benar mencintai masjid dan ingin memakmurkannya, atau hanya mencintai kenyamanan dan keramaiannya?
Banyak dari kita merasa hatinya terpaut pada masjid. Kita bangga pada fasilitas yang mewah dan kegiatan seremonial yang sekadar meramaikan—menjadikannya tempat nongkrong yang membuat kita terlanjur yakin bahwa begitulah cara memakmurkan masjid dan meninggikan agama Islam. Namun, jujurlah pada diri kita sendiri: pernahkah kita mempertanyakan arti “memakmurkan masjid” yang sesungguhnya? Ataukah kita hanya membebek pada tradisi tanpa ilmu?
Ketahuilah, cinta tanpa ilmu adalah cinta buta. Selama kita meramaikan masjid tanpa diskusi ilmu, membiarkan masalah umat sebagai urusan pribadi masing-masing, dan justru menjadikan masjid sebagai pelarian dari masalah dunia tanpa menghasilkan solusi nyata, kita sedang mengkerdilkan fungsi rumah Allah.
Buku ini adalah otopsi kejujuran untuk membuka mata kita yang terpejam. Jangan sampai cinta kita pada agama ini ternyata hanyalah fatamorgana yang melunakkan daya kritis kita sendiri.






Reviews
There are no reviews yet.