Description
Buku ini membahas potensi ekonomi solidaritas sebagai pendekatan alternatif dalam menjawab persoalan kemiskinan, ketimpangan, kebocoran ekonomi, dan keterbatasan pembangunan di Sulawesi Barat. Dengan mengintegrasikan produk ekonomi solidaritas, governance mikro, dan mobilisasi sumber daya, buku ini menawarkan Model Segitiga Pemberdayaan Komunitas sebagai kerangka untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menciptakan dan mendistribusikan nilai ekonomi.
Pembahasan menghubungkan teori ekonomi solidaritas dan tata kelola komunitas dengan kekayaan kearifan lokal Mandar, seperti sibaliparri, ammossi, pa’mananang, dan tradisi sandeq. Berbagai sektor potensial—pertanian, perkebunan, maritim, ekonomi kreatif, dan pariwisata—dikaji sebagai ruang penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Dilengkapi analisis kebijakan serta peta jalan implementasi 2026–2030, buku ini menjadi referensi untuk memahami bagaimana kekuatan lokal, kelembagaan, modal sosial, dan sumber daya dapat diintegrasikan menuju ekonomi Sulawesi Barat yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.





Reviews
There are no reviews yet.